Suswani

Suswani adalah seorang pendidik di SDN Pangkalpinang. Selama 20 tahun mengabdi sebagai Guru SD, ia lalu diangkat menjadi Keplala SD pada tahun 2008. Pengal...

Selengkapnya

Kado untuk Ayah

Senin pagi yang cerah Pak Hasan memulai pelajaran di kelas 6 dengan wajah ceria. Sebagai guru kelas Pak Hasan selalu memperhatikan perkembangan peserta didik dan sangat menyayangi mereka seperti anak sendiri.Hari itu pembelajaran di kelas berlangsung dengan tertib. Tiba tiba terdengar suara yang sangat keras "Gedubrak !!! bunyi sesuatu yang terjatuh, kelas yang hening berubah menjadi gaduh .Semua siswa menoleh ke arah sumber suara, ternyata ada anak terjatuh bersama kursi yang didudukinya. " Robi ada apa ini ? Mengapa kamu sampai terjatuh ? Kata Pak Hasan guru kelas 6. Dengan tersimpuh malu Robi langsung berangkat dan mengangkat kursi yang didudukinya. " Robi apa yang kamu kerjakan ? Sepertinya kamu tidak bersemangat belajar di kelas ini.!!" Ujar Pak Hasan lagi. Pak Hasan lalu mendekati Robi .Dengan muka yang ditekuk sambil memukul pena di atas meja,Robi diam saja tidak memperdulikan perkataan Pak Hasan. "Robi kamu sudah kelas 6 nak ,sebentar lagi akan menghadapi ujian, bapak harapkan kamu harus rajin belajar agar nilai mu menjadi baik .Kedua orangtuamu akan bangga dengan hasil yang kamu dapatkan" Nasehat Pak Hasan.

' Teng..teng...teng.." Lonceng istirahatpun berbunyi. Semua anak anak keluar kelas untuk istirahat .Pak Hasan merapikan buku pelajaran yang terletak di atas meja dan segera beranjak untuk istirahat.Ketika menuju pintu keluar Pak Hasan terkesima melihat seorang siswa duduk di pojok kelas .Dengan tangan menjulur diatas meja menopang wajah yang kuyu tidak bergairah, mata yang masih mengantuk ,kelihatan sekali anak itu tidak terurus. "Robi mengapa kamu tidak beristirahat seperti temanmu? Kata Pak Hasan dengan lemah lembutnya.
Robi diam saja,pandangannya kosong memandang Pak Hasan. "Ayo Robi kita keluar, teman-teman menunggumu.!!! ujar Pak Hasan. Robi pun keluar tampa menjawab sepatah katapun.

Keadaan Robi didalam kelas di ceritakan pak Hasan kepada guru yang lain saat istirahat. "Saya heran dan prihatin dengan keadaan Robi sekarang ini , tidak ada gairah untuk belajar, tidak seperti anak anak yang lainnya " kata Pak Hasan.
"Betul pak !! kemarin juga saat sy mengajar pelajaran agama sepertinya hanya Robi saja yang tidak memperhatikan. Anak itu banyak berubah semenjak ditinggal ayahnya" ibu Lola menimpali. "Ooo iya ya !! ayah Robi sudah tiada, kasihan Robi masih kecil sudah ditinggal orangtuanya." ucap Pak Hasan dengan nada sedih.

Masih teringat oleh Robi kenangan indah bersama ayah. Minggu yang ceria. suasana yang penuh dengan keakraban dari keluarga kecil yang bahagia.
“Ayah hari ini libur , kita mau wisata kemana ?” Ucap Robi dengan manja.
Ayahnya tersenyum " Ada apa sayang ? memangnya kamu mau pergi kemana nak ?
"Robi mau pergi ke pemancingan ayah, nanti di sana Robi mau mancing ikan yang gede untuk ayah" Ayah tersenyum mendengar celoteh Robi "Iya sayang ...sebelum pergi nanti ayah ke pasar dulu untuk membeli udang sebagai umpannya. "Bu ..tolong siapkan bekal kami berdua ya, masak lauk yang enak ya !!!" Kata ayah kepada ibu. "Pokoknya beres ayah, masakan ibu siap menemani ayah dan Robi, ditanggung tidak mengecewakan!!" ujar ibu sambil tersenyum.

Dengan mengendarai sepeda motor ayah Robi segera membeli umpan di pasar. Senang hati Robi karena hari ini bisa mancing bareng bersama ayah.
Robi ke luar masuk menunggu ayah tetapi ayah belum muncul juga.Ibupun gelisah tidak biasanya ayah seperti ini. " bu !! kemana ayah ya ? Kok ayah belum pulang juga" kata Robi kepada ibunya. 'Iya nak !! gak biasanya ayah bersikap seperti itu. selalu pulang tepat waktu !! ujar ibu dengan raut wajah yang gelisah.

Jam berdentang beberapa kali tetapi ayah belum pulang juga.
Tepat Pk 12.20 datang 2 orang berseragam polisi ke rumah Robi.
"Assalamualaikum.mau tanya bu!!apa benar ini rumah Pak soleh?” kata polisi itu kepada ibu. "Waalaikumus salam iy pak! ada apa pak?” Jawab ibu.
Jantung ibu berdebar kencang mendengar apa yang terjadi dengan ayah.
Mendengar suara orang berbicara di ruang depan, Robi lalu mendekati ibunya
"Apa yang terjadi dengan ayah bu??” tanya Robi dengan perasaan gelisah
" Begini bu, kami dari pihak kepolisian mendapat informasi tentang suami ibu. Beliau sekarang di rawat di Rumah sakit !!" Ucap Pak Polisi. " Mengapa di rawat pak ?? apa yang terjadi dengan suami saya ?? Kata ibu sambil menahan isak tangisnya. "Suami ibu mendapat kecelakaan, tabrakan dengan Truck , motor bapak ada di kantor polisi dan bapak langsung dilarikan ke rumah sakit " kata pak Polisi kepada ibu. Mendengar penjelasan Pak Polisi kepala ibu menjadi pusing dan pandangan ibu menjadi gelap. "Ibu...ibu....ibu...bangun ..bangun ..jangan tinggalkan Robi" Isak Robi melihat keadaan ibu. Mendengar suara tangisan Robi tetanggapun berdatangan untuk memberi pertolongan.. Ibupun siuman dari pingsannya.

2 minggu sudah berlalu sejak ayah tiada. Terjadi perubahan pada sikap Robi, menjadi pendiam dan malas dalam segala hal. Di sekolah Robi suka menyendiri, keceriaan hilang di wajahnya.

Di kelas Robi hanya melamun tidak bergairah dan kurang konsentrasi dalam belajar. Latihan dan tugas yang diberikan guru sering tidak terselesaikan, sehingga nilai pelajaran yang didapatkan dibawah Standar minimal. Keadaan Robi dari hari ke hari tambah memprihatin, kicauan burung yang indah terasa sumbang di telinganya, dimana hati melayang tampa tujuan yang tidak pasti.Terpuruk ...terpuruk ..itu yang terjadi pada Robi. Ibu Robi selalu dipanggil guru kelas 6 dan kepala sekolah. Ibu menjadi malu karena tidak bisa mengurus Robi. Berbagai cara sudah dilakukan tetapi Robi belum berubah juga.

Pada saat menerima Raport Semester pertama nilai Robi sangat jelek. Ibu Robi menjadi bingung bercampur sedih melihat perubahan yang terjadi pada anaknya. Didalam hatinya ibu berdoa agar Allah segera menyadarkan Robi dan mengembalikan keceriaan ànaknya.

3 Bulan sudah berlalu, di bawah pohon rindang disertai desiran angin yang sejuk Robi merebahkan diri untuk beristirahat..Tidak berapa lama Robipun tertidur lelapnya. " Assalamualaikum... Robi " sebuah suara menyapa Robi dengan lembutnya." Waalaikumus salam ..." jawab Robi sambil menoleh ke arah sumber suara Siapa bapak ini ?? suara nya merdu sekali sangat menyejukan hati , Aku tidak pernah mengenal bapak ini dan sepertinya dia sangat mengenal diriku ?? Suara batin Robi berkecamuk penuh dengan tanda tanya. "Anakku Robi mengapa kamu bingung ? Mari ikut denganku , akan aku tunjukan sesuatu padamu " Sapa bapak itu dengan lembutnya. Robipun beranjak dan mengikuti langkah bapak itu. Perjalanan mereka jauh jauh tiada batas. Di dalam perjalanan bapak itu menunjukan suatu tempat yang penuh dengan hiruk pikuk dan di sana banyak orang orang yang saling merebutkan sesuatu benda yang busuk dan menjijikan. Ada lagi orang orang yang diikat dan di potong lidahnya di bakar oleh api yang sangat panas.
Tempat yang mereka lewati itu sangat menakutkan dan membuat bulu kuduk merinding .Robi terkesima dan merasa takut ketika melihat kejadian itu. Mereka berdua terus berjalan ..terus berjalan..belum sampai ke tempat yang di tujuh aroma segar dan harum sudah tercium. "oooh harum sekali baunya,aku belum pernah mencium bau harum seperti ini " batin Robi berkata. Lalu Robi bersama bapak itu memasuki sebuah taman yang sangat indah sekali.semua tersedia di sana.makanan,minuman dan buah buahan yang manis dan segar dis disertai dengan panorama yang indah. Sungguh sangat menyenangkan dan bahagia berada di dalamnya. Robi tidak ingin keluar dari taman itu tetapi bapak tersebut mengajak Robi untuk melanjutkan perjalanan. Ketika mereka melintasi suatu tempat Robi melihat seorang laki laki menggunakan pakaian putih duduk sendiri sambil melamun. Sepertinya ada sesuatu yang ditunggu oleh orang itu. Wajahnya kelihatan sedih sekali.Ingin rasanya Robi bertanya dan mendekati orang itu tetapi bapak tersebut menahan Robi untuk tidak mendekati dan mereka melanjutkan perjalanan.

Di tempat yang teduh mereka beristirahat untuk melepaskan lelah. Lalu bapak itu menjelaskan inti dari perjalanan tadi ."Robi ...tahukah kamu tempat apa yang kita kunjungi tadi?? "Tidak tahu pak ?? jawab Robi. 'Dengarkan ya penjelasan bapak.
Tempat yang pertama itu adalah neraka. Dimana tempat berkumpulnya orang orang yang selalu melanggar semua larangan Allah dan orang orang yang selalu berbuat dosa. Tempat yang kedua adalah surga tempat dimana berkumpulnya para nabi , syuhada dan orang orang yang selalu berbuat kebaikan sedangkan tempat yang ketiga tempat dimana seseorang sedang menunggu amalan dari anaknya dan tahukah kamu siapa kah bapak itu? Dia adalah ayah mu Robi.
Robi terkejut mendengar nama ayahnya disebutkan. Apa yang dilakukan ayah mengapa ayah bersedih? Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan kesedihan ayah. Aku sangat menyayangi ayah dan tidak ingin melihatnya bersedih "Batin Robi berkata kata. " Pak mengapa ayahku bersedih ? Apa yang menyebabkan ayah seperti itu ? Tanya Robi " Kamu ingin tahu apa penyebabnya ? itu semua adalah hasil dari pebuatanmu. Mungkin kau bertanya tanya apa yang selama ini telah kau lakukan? Coba kamu renungkan "kata Bapak itu lagi." Selama ini kerjamu hanya melamun , malas tidak punya gairah hidup sama sekali, ibumu selalu sedih memikirkan dirimu.Apakah kau tidak kasihan sama ibumu bersusah payah sendirian menghidupimu. Sadarlah apa yang kamu lakukan tidak ada manfaat nya, dan inilah yang mebuat ayah mu selalu bersedih.,berbuatlah hal hal yang bermanfaat dan seringlah beribadah agar ayahmu tidak bersedih lagi di sana. Lalu bapak itu pergi meninggalkan Robi.

" Teng ..teng ..teng " bunyi lonceng masuk membangun Robi dari tidunya. Segera dia mencuci wajahnya dan masuk ke dalam kelas." Oh ternyata aku bermimpi ! mulai sekarang aku harus berubah menjadi lebih baik " tekad Robi.
Sejak peristiwa itu, Robi sudah berubah menjadi anak yang rajin, ceria dan sopan. Ibu, guru dan teman temannya senang melihat perubahan pada diri Robi.Belajar, membantu ibu dan beribadah dilakukannya secara rutin.

Usaha yang dilakukan Robi membawa keberkahan ini terbukti dengan hasil belajar yang didapatkan.Ketika pengumuman kelulusan disampaikan oleh kepala sekolah Nilai Robi paling tertinggi sehingga mendapat penghargaan dari Bupati dan Kepala sekolah.Sebagai hadiah nya Robi mendapat beasiswa untuk melanjutkan SMP. Senangnya hati Robi dan ibu mendapat penghargaan itu.

Jumat pagi ibu dan Robi menziarahi makam ayahanda tercinta.dengan membawa piagam penghargaan Robi berkata " Ayah hari ini akan kupersembahkan Kado untukmu berupa prestasi dan doa .Semoga Allah mengampuni semua dosa dosa ayah, mulai hari ini Robi berjanji selalu berbuat baik , tidak meninggalkan sholat dan belajar dengan rajin agar cita cita ayah menjadikan Robi anak soleh dan sukses tercapai. Terimakasih ayah Robi sayang dan bangga menjadi anak ayah. Semoga ayah masuk surga .Aamiin." Nun jauh di sana ayah memandang Robi dan ibunya tersenyum bahagia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salam kenal,Bunda ... dari saya asal Rengasdengklok Karawang.

14 Sep
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali