Suswani

Suswani adalah seorang pendidik di SDN Pangkalpinang. Selama 20 tahun mengabdi sebagai Guru SD, ia lalu diangkat menjadi Keplala SD pada tahun 2008. Pengal...

Selengkapnya

Hujatan Membawa Berkah

Hujan gerimis tidak menyurutkan langkah Anisa untuk mencari pekerjaan. Sejak meninggalkan kampung halaman nya Anisa bertekad akan membahagiakan kedua orangtuanya. Dengan berbekal ijazah SMK jurusan Tata Boga Anisa berusaha untuk mendapatkan pekerjaan di kota. Masih membekas di hati Anisa ketika Ia menyatakan keinginan kepada keluarganya, ayah dan ibu nya mengikhlaskan keinginannya tetapi saudara nya mencemooh keinginan Anisa dengan mengatakan bahwa Anisa tidak akan sukses di Kota besar dengan mengandalkan Ijazah SMK karena untuk mendapatkan pekerjaan di kota minimal sarjana , perempuan desa seperti Anisa lebih baik tinggal di desa untuk membina sebuah keluarga. Semua cemooh yang dilontarkan kakaknya tidak dihiraukan Anisa. Didalam hatinya bertekad bahwa dia harus membuktikan apa yang dikatakan kakaknya itu tidak benar.

Pagi ini kota Jakarta diguyur hujan, pusat perbelanjaan dan perkantoran kelihatan sepi saja dikarenakan cuaca dingin sehingga membuat karyawannya malas untuk keluar. Anisa berhenti di Restoran yang ternama. Dengan mengibas ngibas percikan air yang menempel pada bajunya, Anisa memberanikan diri untuk masuk." Assalmualaikum .. maaf pak saya mau bertanya apakah di sini masih membuka lowongan kerja ? Tanya Anisa kepada salah seorang karyawan di Restoran itu. " Maaf dik memang kemarin pemilik restoran ini membutuhkan pegawai sebagai claining servis tetapi sudah terpenuhi, nanti kalau restoran ini membutuhkan pegawai kami bisa menghubungi adik.Tolong ditulis di buku tamu ini no hpnya agar kami mudah menghubungi adik." Kata pegawai restoran itu kepada Anisa.
Sudah beberapa restoran , pusat perbelanjaan dan perkantoran yang dikunjungi Anisa tapi tidak satupun ada peluang bagi Anisa untuk mendapatkan pekerjaan.
Peluh mulai membanjiri wajah dan tubuh Anisa." Ya Allah kemana lagi aku harus mencari pekerjaan. Uang yang kubawa semakin menipis, di kota ini aku tidak mempunyai saudara maupun kaum kerabat. Dengan langkah lesu Anisa mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Sambil mengusap peluhnya Anisa mebuka dompet dan menghitung sisa uangnya. Ternyata uangnya hanya tinggal untuk biaya hidup selama 2 hari.

Hari sudah menjelang sore Anisa beranjak dari tempat duduknya untuk melanjutkan perjalanannya. Ketika akan melanjutkan perjalanannya Anisa melihat seorang ibu tua kerepotan membawa barang belanjaan dan ingin menyeberang jalan, segera Anisa menghampiri untuk membantu ibu tua itu." Assalamualaikum ..bu maaf sepertinya ibu kerepotan ,bagaimana kalau saya membantu ibu membawakan belanjaan nya " ujar Anisa menawarkan pertolongan.Ibu tua itu memandang Anisa dengan penuh curiga karena di zaman sekarang ini banyak orang yang mau menolong tetapi ada pamrihnya .Anisa tersenyum melihat kecurigaan yang terlihat di wajah ibu tua itu." Ibu mengapa curiga, percayalah saya bukan orang jahat bu. insyaallah saya membantu ibu ikhlas" mendengar perkataan Anisa ibu tua itu mulai tersenyum."Nak ..siapa namamu ?? kamu mau kemana nak ?." " Nama saya Anisa bu , tujuan saya ke kota ini mau mencari pekerjaan
tetapi sampai dengan sekarang belum dapat juga bu." " Dimana kamu tinggal nak ? kalau kamu mau bisa tinggal bersama ibu , di rumah ibu hanya sendirian , kedua anak ibu sudah berkeluarga ,mereka tinggal di rumah mereka sendiri " jelas ibu tua itu kepada Anisa. "Alhamdulillah ya Allah Kau sudah mengabulkan permohonan
hambamu ini " Anisa berkata dalam hati. " Alhàmdulillah ibu sudah begitu baik kepada saya. Dengan segala senang hati saya menerima ajakan ibu , sekalian saya mencari pekerjaan"

1 bulan sudah berlàlu Anisa tinggal bersama ibu tua itu. Anisa sudah menganggapnya sebagai orangtua sendiri pengganti ibunya di kampung. Setiap ada waktu Anisa selalu memberi kabar kepada orangtuanya di kampung ada rasa kerinduan jika dia mengingat kedua orangtuanya. Anisa sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara , kedua kakaknya sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Anisa tidak ingin menikah terlalu muda ,dia ingin bekerja dan menjadi orang yang sukses . Anisa sangat menyayangi kedua orangtuanya dan merindukan mereka tetapi untuk meraih cita citanya dan niat untuk membantu orangtua kerinduan itu dia tepiskannya.

Di pagi yang cerah burung burung bersiul dengan riangnya, bunga bungapun bermekaran, semua gembira menyambut sang mentari. Berbeda dengan yang dirasakan Anisah gelisah dan sedih karena sampai dengan sekarang Anisa belum mendapatkan pekerjaan.Anisa merasa bingung dan risih menjadi beban ibu angkatnya.

Pada sore harinya Anisa membuka situs iklan di ponsel, tatapannya langsung terpanah melihat tulisan seseorang berupa artikel. Dalam artikel itu menceritakan kiat kiat untuk mencapai kesuksesan. Asyik sekali Anisa membacanya , artikel itu seakan menghipnotisnya untuk membaca dan terus membaca. Anisah merasa lega ternyata ada yang salah pada dirinya. Selama ini dia merasa sudah banyak ilmu yang didapatnya sewaktu bersekolah dulu, ternyata ilmu yang dimilikinya belum berarti apa-apa. Anisa harus banyak belajar dalam membuat dan menyajikan makanan agar menjadi enak dan menarik. Anisa mulai membeli buku resep dan mempelajarinya dengan tekun agar dapat membuat makanan yang enak dengan penampilan yang dapat menarik minat pembelinya.

1 minggu sudah berlalu Anisa mulai mencoba membuat jajanan enak , hygenis , menarik dan harganya terjangkau oleh para pembeli. Jajanan olahannya itu dititipkan pada toko toko terdekat. Hari pertama jajanan nya tidak semua nya laku terjual, tetapi Anisa tidak patah semangat terus mencari dan memperbaiki rasa dan penampilan jajanan buatannya itu. Ibu angkatnya selalu mensuport dan membantu Anisa. Dia merasa terharu melihat kerja keras Anisa dan selalu berdoa agar apa yang dikerjakan Anisa sukses. Ternyata doa seorang ibu dijabah Allah SWT. Suatu hari seorang perempuan muda dengan mengendarai kendaraan roda empat mendatangi rumah Anisa.Perempuan muda itu mengetuk dan bertanya kepada ibu angkat Anisa "Assalamualaikum , bu saya mau bertanya apakah ini rumah Anisa yang menjual jajanan di warung Pak Joko" "Iya dik .ada apa ? Jawab ibu.
" Begini bu , saya ingin memesan kue buatan Anisa sebanyak 200 kotak. 1 kotaknya berisikan 3 kue, untuk acara di kantor saya besok sore bu." Kata perempuan muda itu." Alhamdulillah ternyata Allah memberi jalan rezeki untuk Anisa" batin ibu berkata. " iya dik nanti ibu sampaikan kepada Anisa , terimakasih dik.” Pesanan itu yang pertama di terima Anisa dan dia sangat bahagia sekali. Kue kue buatan Anisa rasanya sangat enak dan bentuknya juga menarik. Mulailah berdatangan orang orang memesan kue buatan Anisa, untuk membantu pekerjaannya Anisa mengambil pegawai. Dengan bantuan Koperasi Simpan pinjam Anisa mendapatkan pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya membangun toko kue.

Dari hari ke hari usaha Anisa tambah maju , sebagian uang hasil penjualanya di tabung dan dikirimkan kepada orangtuanya di kampung. Walaupun usahanya sudah maju tetapi Anisa tidak berhenti begitu saja. Dia selalu rajin membaca tabloid dan membuka internet untuk mencari perkembangan membuat kue yang enak dan bagus. Dengan ketekunannya itu Anisa berhasil menjadi wirausaha yang sukses.

3 tahun telah berlalu bertepatan lebaran Idul fitri, Anisa mengajak ibu angkatnya untuk lebaran di kampungnya. Dengan menggunakan mobil barunya Anisa pulang ke kampung untuk menemui kedua orantua dan saudara nya.
"Aslamualaikum" kata Anisa sambil mengetuk pintu rumahnya. Tidak lama kemudian muncul ibu tua .Ketika melihat ibunya Anisa langsung memeluknya karena sudah 3 tahun dia tidak bertemu dengan ibu yang sangat dicintai. Perasaan haru menyelimuti ke duanya. Tidak lama ayahnya datang dan kedua kakaknya. Mereka saling berpelukan melepas rindu. Kedua kakaknya agak malu memeluk Anisa karena teringat dengan ucapan kasar mereka kepada Anisa. Anisa dengan lemah lembut menyapa kedua kakaknya dan memeluk mereka berdua. Dia merasa bahwa hujatan kakaknya itu yang membuat dia bersemangat dan sukses. Bagi Anisa setiap hujatan yang dilontarkan kepadanya dianggap sebagai cambuk untuk memperoleh kesuksesan.dan keberkahan. Seseorang yang akan maju harus siap untuk menerima hal yang jelek agar kemudian hari nya menjadi siap tidak mudah patah semangat. Anisa memberi modal kepada kedua kakaknya dan mengajak kedua orangtuanya untuk tinggal bersama nya. Dalam hatinya berjanji suatu saat nanti akan memberangkatkan ke tiga orang yang disayangi naik haji ke tanah suci.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali